Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Silabus Bahasa Inggris SMP Berkarakter

Friday, February 24, 2012

Rasanya belum lengkap jika RPP bahasa Inggris SMP berkarakter tidak dibarengi dengan adanya Silabus. Oleh karena itu, untuk sekedar memudahkan pembaca sekalian yang membutuhkan Silabus bahasa Inggris SMP / MTs berkarakter bisa langsung diunduh secara cuma-cuma.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pendidikan bahasa Inggris saat ini mulai menjurus pada "peningkatan" kualitas karakter siswa; sehingga adanya silabus "berkarakter" pelajaran bahasa Inggris semoga saja bisa memudahkan "ingatan" guru terhadap tujuan utama dalam mengajar dan mendidik siswa. Guru bahasa Inggris tidak hanya dituntut untuk mencerdaskan intelektual siswa; tapi juga ia dituntut agar bisa membimbing siswa agar senantiasa memiliki karakter kuat dan bermoral hebat. Uh.. ngelantur :)

Agar tidak terlalu panjang, mari sobat semua yang sedang membutuhkan silabus bahasa Inggris SMP / MTs berkarakter bisa langsung download pada link-link di bawah ini :

Terima kasih untuk para guru yang sudah saling berbagi contoh silabus bahasa Inggris bernuansa karakter untuk SMP di atas. Semoga dengan adanya silabus bahasa Inggris di atas bisa membuat pembelajaran bahasa Inggris tidak "melulu" mengajarkan ilmu bahasa saja tapi juga bisa merefleksikan karakter bangsa Indonesia yang bermartabat...


Perlukah SMP / MTs memiliki silabus sendiri?

Seharusnya setiap sekolah menengah tingkat pertama sudah mampu menciptakan silabus setiap mata pelajaran di sekolah masing-masing. Karena sekolah lah yang mengetahui pasti "kondisi" siswa. Namun, jika memang sulit dirumuskan, tidak apa-apa, tiru saja dan alangkah baiknya dimodifikasi sesuai kebutuhan sekolah..

Begitu juga dengan guru bahasa Inggris, mereka harus berkordinasi untuk merumuskan silabus terbaik untuk sekolah mereka masing-masing.. Namanya juga usaha :)

BACA JUGA : RPP BAHASA INGGRIS SMP BERKARAKTER

Agar Siswa Bicara Bahasa Inggris!!!

Friday, February 3, 2012

Susah, begitulah kira-kira satu kata yang ada di otak saya ketika ingin menjawab cara agar siswa mudah bicara bahasa Inggris.

Guru bahasa Inggris pasti tahu bahwa materi bahasa Inggris, khususnya speaking, masih saja terpaku pada cara agar siswa bisa mengungkapkan beberapa expression dalam bahasa Inggris; bahkan konon siswa dituntut untuk bisa berbicara menggunakan idiom. Benarkah?

Jika hal ini terus terjadi, yang ada adalah siswa terus menghafalkan materi speaking tersebut. Mereka pasti merasa bahwa materi speaking dalam bahasa Inggris tidak jauh beda dengan materi grammar. Lagi-lagi menghafal... Permasalahan ini saya anggap sebagai masalah yang serius dan harus cepat dibenahi.

Belum lagi dengan banyaknya materi pelajaran di tingkat menengah__dimana kegiatan belajar mengajar lebih sering menggunakan bahasa Indonesia__ ditambah alokasi waktu belajar bahasa Inggris yang sedikit, saya dengan tegas akan menjawab "Tidak ada cara paling mujarab agar siswa mudah berbicara bahasa Inggris."

Dulu, saya masih ingat ketika bertemu seorang guru bahasa Inggris di sekolah menengah kejuruan bertaraf internasional, ia tak pernah mengajarkan bahasa Inggris sesuai silabus dan rpp bahasa Inggris. Yang ia lakukan hanyalah mengajarkan apa yang ia ingat dalam benaknya saja. Dengan kata lain ia mengajarkan bahasa Inggris semaunya sendiri. Mengapa ia melakukan hal terlarang dalam dunia pengajaran bahasa Inggris di Indonesia ini? Ternyata, ia menganggap bahwa belajar bahasa Inggris untuk kalangan SMP dan SMA itu cuma 3 bulan saja; yaitu ketika diadakan les bahasa Inggris di sekolah untuk kesiapan Ujian Nasional (UN); Selebihnya terserah....

Memang, tuntunan pendidikan di Indonesia yang mengharuskan siswa lulus ujian nasional bahasa Inggris kadang membuat seorang guru fokus hanya pada materi khusus alias kisi-kisi soal bahasa Inggris yang sering muncul pada UN. Namun, tindakan guru bahasa Inggris dengan mengabaikan prinsip pembelajaran di sekolah bukanlah contoh yang baik; meski ia kadang merasa "kurang pas" dengan ketentuan pemerintah tersebut.

Lalu Apa Solusinya?

Saya sendiri bingung harus memberi solusi apa; karena sudah berkali-kali saya katakan bahwa saya bukan seorang guru bahasa Inggris yang tahu betul akan akar permasalahan ini. Namun, dari analisa di atas, saya pastikan bahwa masalah utama mengapa siswa susah untuk bicara bahasa Inggris adalah "Kita sudah terbiasa dengan Bahasa Indonesia." atau lebih parah lagi, "Kita (baik guru atau murid) sudah terbiasa dengan bahasa daerah," bahasa Jawa misalnya.

Tak akan mungkin kita memaksakan belajar matematika menggunakan bahasa Inggris. Jangankan tingkat SMP dan SMA, terkadang mahasiswa pun harus putar otak dahulu untuk berbicara bahasa Inggris ketika menanyakan "materi algoritma" matematika kepada gurunya. Pun juga demikian, seorang guru Matematika atau guru pelajaran selain bahasa Inggris lainnya, pasti  sangat ogah mengajarkan mata pelajaran yang ia ampu menggunakan bahasa Inggris. Suatu hal yang berat.. menghilangkan kebiasaan berbahasa Indonesia..

Terkecuali, seorang guru bahasa Inggris mempunyai ide cemerlang untuk mengimbangi kebiasaan berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dan juga, para siswa harus tahu keinginan gurunya tersebut. Jika sudah demikian, pasti ada jalan alternatif yang bisa menumbukan rasa cinta akan belajar bahasa Inggris, tidak hanya dalam hal speaking saja, tapi juga skill lainnya. Benarkah?

Salah satu yang "mungkin" ampuh mengatasi bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris ini adalah dengan "MEMAKSAKAN" siswa supaya berbicara bahasa Inggris di wilayah-wilayah sekitar sekolah tertentu. Dengan kata lain, kewajiban siswa dan bahkan guru untuk bicara bahasa Inggris di ENGLISH AREA. Cara ini mungkin paling efektif agar semua elemen di sekolah mau berbahasa Inggris. Oleh karena itu, persiapan akan adanya ENGLISH AREA (Area Wajib berbahasa Inggris) harus benar-benar matang.

Selain cara di atas, ada juga cara "ikhlas" mengatasi permasalahan ini, yaitu dengan mengajak siswa mengikuti bimbingan belajar bahasa Inggris GRATIS di rumah Bapak / Ibu guru bahasa Inggris. Itupun harus dilakukan dengan sangat intensif. Demi meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris, apakah seorang guru berani menawarkan hal tersebut? dan apakah siswa juga mau mengikutinya?

Entahlah??

Catatan: Tulisan ini ditulis untuk menjawab pertanyaan salah satu guru bahasa Inggris dan "mungkin" juga seorang penerjamah tersumpah Jogja-Solo tentang cara agar siswa mudah bicara bahasa Inggris. Mungkin ada jawaban lain yang lebih baik? Karena saya yakin, para guru bahasa Inggris pasti lebih mengetahui cara mengatasi permasalahan ini. :)

RPP Bahasa Inggris SMP Berkarakter (Terbaru di 2012)

Friday, January 20, 2012

Adakah RPP bahasa Inggris Berkarakter - untuk tingkat SMP / MTs Terbaru di Tahun ajaran 2012? Saya jawab ada, karena saya baru tahu bahwa ada format terbaru RPP Bahasa Inggris, khususnya tahun ajaran 2011/2012. :-) [maklum saya bukan guru bahasa inggris] :)

Saya sendiri 'sedikit' kurang setuju akan diwajibkannya guru agar selalu membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) setiap kali mengajarkan sebuah materi; meski secara khusus kadang aturan tersebut tidak diwajibkan, tetap saja saya tidak SETUJU. Ah mengapa harus repot dipikirkan, toh saya bukan seorang guru.

Intinya, jika ada di antara sobat guru bahasa Inggris sekalian sedang repot membuat RPP Bahasa Inggris Berkarakter untuk SMP/MTs? atau mahasiswa yang sedang melaksanakan praktikum mengajar 'sibuk' mencari RPP bahasa Inggris karena sedang belajar mengajar di SMP/MTs, silahkan download saja pada link-link di bawah ini :


Format RPP bahasa Inggris SMP/MTs Berkarakter di atas jelas berbeda dengan format RPP sebelumnya. Dalam format terbaru tersebut ada Sub bagian khusus untuk "Karakter Siswa Yang Diharapkan" pada bagian Tujuan Pembelajaran.

rpp bahasa inggris, rpp bahasa inggris smp, rpp bahasa inggris berkarakter, rpp bahasa inggris smp berkarakter, rpp berkarakter bahasa inggris smp
Contoh RPP Bahasa Inggris Berkarakter
Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajara saat ini ada beberapa karakter siswa yang diharapkan seperti : Dapat dipercaya (Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian (respect), Tekun (diligence), Tanggung jawab (responsibility ), Berani (courage), dan lain-lain.

Oleh karena itu, bagi para siswa SMP atau MTs, kalian harus tahu bahwa saat ini, di tahun ajaran terbaru, guru bahasa Inggris kita ternyata tidak hanya menginginkan kita untuk bisa bahasa Inggris saja, tapi juga mereka ingin kita memiliki karakter yang baik seperti diungkapkan pada RPP Bahasa Inggris Berkarakter di atas....

Manfaat (Advantages) the Grammar-Translation Method

Wednesday, January 18, 2012

 Setelah kemarin membahas ciri-ciri grammar-translation method, kini saatnya mengetahui beberapa manfaat grammar-translation method. Seandainya grammar-translation method tidak memiliki manfaat, pasti tidak ada guru bahasa Inggris yang mau mengajarkan dengan metode pengajaran klasik ini, betul tidak?

Namun nyatanya, di Indonesia sendiri masih banyak guru yang "secara tidak langsung" menggunakan metode kuno ini dalam mengajarkan bahasa Inggris. Apa masih ada manfaat mengajarkan bahasa Inggris dengan metode ini? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita lihat bersama-sama beberapa manfaat dari  grammar-translation method di bawah ini :
  1. When words and phrases are translated into mother tongue, his understanding of those words become very better and quicker. (ketika kata dan frasa diterjemahkan dalam bahasa ibu, pemahaman siswa dalam kata-kata tersebut menjadi lebih baik dan lebih cepat)
  2. The Grammar-Translation Method develops the art of translation. (Grammar-translation method mengembangkan seni penerjemahan)
  3. In this method the child associates foreign words with translated words so strong memory bond is created. (dalam method ini, anak kecil menghubungkan kata-kata asing sehingga ikatan memori yang kuat bisa terbentuk)
  4. The use of mother tongue helps the children in vocabulary getting. It saves time and more effective. (penggunaan bahasa ibu membantu anak-anak mendapatkan kosakata. Hal ini menyingkat waktu dan lebih efektif)
  5. The words and phrase are easily learnt and explained if translation method is used. (kata-kata dan frasa dengan mudah dipelajari dan dijelaskan jika metode penerjemahan digunakan)
  6. The working knowledge of mother tongue helps them to learn grammar of a foreign language. (pengetahuan tentang bahasa ibu yang telah berhasil bisa membantu siswa mempelajari tata bahasa asing)
  7. The principle of "to proceed from known to unknown" is followed. (mengikuti prinsip "meneruskan dari kenal dan tak dikenal")
  8. Through this method we can test the ability of comprehension of our students and we can know the form of understanding the subject matter. (melalui metode ini kita dapat menguji kemampuan pemahaman siswa  dan kita dapat mengetahui bentuk pemahaman materi ajar)
  9. English grammar can be easily taught by comparing with the grammar of mother tongue. (grammar bahasa Inggris dapat diajarkan dengan mudah melalui perbandingan grammar bahasa ibu)
Nah setidaknya kesembilan manfaat grammar-translation method di atas sudah mewakili berbagai manfaat yang mungkin sudah banyak dirasakan oleh beberapa guru bahasa Inggris yang sering menggunakan bahasa ibu (bahasa Indonesia, red) dalam mengajarkan bahasa Inggris. Semoga bermanfaat...

Characteristics of the Grammar-Translation Method

Ada yang butuh catatan mengenai the Grammar-Translation Method? Jika ada, mari kita awali dengan mengetahui karakteristik / ciri-ciri dari grammar-translation method ini. Meski metode pengajaran bahasa Inggris ini dianggap sudah kuno karena masih menggunakan mother tongue language (bahasa Ibu pertiwi) ketika mengajarkan bahasa Inggris, namun keberadaan grammar-translation method masih saja sering digunakan di Indonesia.

Disebutkan dalam beberapa literatur, the grammar-translation method juga dikenal sebagai the classical method dikarenakan metode pembelajaran bahasa Inggris ini dianggap paling pertama kali digunakan di berbagai belahan dunia.

Oke, langsung saja mari kita pelajari bersama-sama beberapa karakteristik grammar-translation method di bawah ini :
  1. The unit of teaching is word, not a sentence. It means vocabulary is taught in the form of isolated words.(Unit pengajarannya berupa kata, bukan kalimat. Hal ini berarti kosakata diajarkan dalam bentuk kata-kata asing)
  2. It considers grammar as a soul of language. (grammar dianggap sebagai jiwa sebuah bahasa)
  3. Grammatical rules of teaching of English are explained into mother tongue. (aturan-aturan grammar dalam pengajaran bahasa Inggris dijelaskan ke dalam bahasa ibu)
  4. This method does not help in development of linguistic competence of learner. (metode ini tidak membantu mengembangkan kompetensi linguistik siswa)
  5. English grammar is taught through rules, translation, definition and comparative study of mother tongue grammar. (grammar bahasa Inggris diajarkan melalui aturan-aturan, penerjemahan, definisi dan studi perbandingan dengan grammar / tata bahasa ibu)
  6. Grammar is taught deductively. (grammar diajarkan secara deduktif)
  7. The main function of language learning, communication is ignored. (demi fungsi utama akan pembelajaran bahasa, komunikasi diabaikan)
  8. Reading and writing are the major focus. (fokus utamanya dalah 'menulis' dan 'membaca'.
Mungkin masih banyak lagi beberapa ciri-ciri grammar-translation method, namun pastinya tidak bisa dijelaskan secara lebih rinci. Setidaknya kedelapan karakteristik grammar-translation diatas sudah mewakili beberapa ciri lain dari metode klasik pengajaran bahasa Inggris ini. Semoga bermanfaat....

Tujuan Mengajarkan Puisi (The Objectives of Teaching Poetry)

Monday, January 16, 2012

Di sini pernah dipublikasikan Kumpulan puisi bahasa Inggris Langston Hughes, Kumpulan Puisi William Shakespeare, 9 Puisi Cinta Bahasa Inggris pilihan, namun apa sih fungsi dan tujuan puisi-puisi tersebut? Fungsi puisi pasti sangat beragam, tergantung untuk apa puisi tersebut. Dan tujuan puisi pun sama, tidak jauh beda dengan fungsi puisi.

Lalu, pernahkah seorang guru bahasa Inggris mengajarkan puisi? Jika ada pasti seorang guru tersebut memiliki tujuan mengajarkan puisi. Saya yakin bahwa seorang guru tidak mungkin mengajarkan puisi hanya untuk memenuhi kurikulum pengajaran bahasa saja. Seorang guru pasti mempunyai alasan yang sangat mulia dalam mengajarkan puisi. Untuk itu, mari kita ungkap tujuan mengajarkan puisi menurut kajian ilmiah berikut ini :

  1. To enable students to understand and enjoy the poetry. (membuat siswa bisa memahami dan menikmati puisi)
  2. To enable the students to understand the central idea, thoughts of the poetry and beauty of the language.(membuat siswa bisa memahami ide pokok, pikiran utama dari puisi dan keindahan bahasa)
  3. To enable the students to recite the poem with proper beats, stress, intonation, accent and rhythm. (untuk membuat siswa bisa membaca puisi dengan irama, tekanan, intonasi, aksen dan ritme)
  4. To enable the students to imagine and develop their aesthetic sense. (untuk membuat siswa bisa membayangkan dan mengembangkan rasa estetik mereka
 Nah, sudah tahu kan sekarang mengapa guru bahasa Inggris masih memberikan pelajaran tentang puisi? Oleh karena itu, jika benar tujuan pengajaran puisi yang diajarkan oleh guru kita sesuai dengan keterangan di atas, maka kita harus dengan tunduk dan patuh untuk serius mempelajari puisi. Jika tidak, ada beberapa ilmu sastra bahasa, khususnya sastra Inggris yang telah kita lewatkan...

10 Peran Guru Bahasa Inggris

Thursday, December 1, 2011

Guru Bahasa Inggris jelas sangat berpengaruh terhadap prestasi dan kemampuan siswanya dalam memahami bahasa Inggris. Siapapun mereka, baik guru bahasa Inggris yang profesional, guru bahasa Inggris yang narsis ataupun guru bahasa Inggris yang gaul (baca: Guru Bahasa Inggris Paling Gaul), semuanya pasti mempunyai peranan yang vital dalam mengembangkan kapabilitas bahasa Inggris siswanya agar menjadi lebih baik.

Secara umum peran guru itu sebagai pengajar dan pendidik.Apa mungkin peran guru hanya sebatas itu saja? Tentu tidak, menurut Harmer (2001: 57-63) beberapa peran guru bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

Pertama, Controller.

When teachers act as controllers they are in charge of the class and the activity taking place in a way that is substantially different from a situation where the students are working on their own in groups.

Kedua, Organizer

One of the most important roles that the teachers have to perform is that of organizing students to do various activities. This often involves giving the students information, telling them how they are going to do the activity; putting them into pairs or groups, and finally closing things down when it is time to stop.

Ketiga, Assessor

One of the things that the students expect from their teachers in an indication of whether or not they are getting their English right. This is where we have to act as an assessor; offering feedback and correction and grading students in various ways.

Keempat, Prompter

Sometimes, when students are involved in a role-play activity, for example, they lose their thread of what is going on, or they are 'lost for words'. They may not be quite sure how to proceed. What should teachers do in this circumstances? Hold back and let them work things out from themselves or, instead, 'nudge' them forward in a discreet and supportive way? If we opt for the latter, we are adopting some kind of a 'prompting' role.

Kelima, Participant

The tradional picture of teachers during student discussions, role-play or group decision-making activities, is of people who 'stand back' from the activity, letting the learners get on with and only intervening later to offer feedback and/or correct mistakes. However there are also times when we might want to join in an activity not as a teacher, but also as a participant in our own right.

Keenam, Resource

In some activities it is inappropriate for us to take on any of the roles we have suggested so far. Suppose that the students are involved in a piece of group writing, or they are involved in preparation for a presentation they are to make to the class. In such situation having the teacher take part, or try to control them, or even to turn up to prompt them might be entirely unwelcome. However, the students may still have need of their teachers as a resource.

Ketujuh, Tutor

When students are working on longer projects, such as pieces of writing or preparations for a talk or a debate, we can act as a tutor, working with individuals or small groups, pointing them in directions they have not yet thought of taking. In such situations we are combining the roles of prompter and resource , acting as a tutor.

Kedelapan, Observer

We will want to observe what students do (especially in oral communicative activities) so that we can give them useful group and an individual feedback. When observing students we should be careful not to be too intrusive by hanging on their every word, by getting to close to them, or by officiously writing things down all the time. Above all we should avoid drawing attention to ourselves since to do so may well distract them from the task they are involved in.

Kesembilan, Switching the Various Roles

The role that we take on is dependent, as we have seen, on what it is we wish the students to achieve. Where some activities are difficult to organize without the teacher acting as a controller, other have no chance of success unless we take a less domineering role, it would be more appropriate to act as a resource.

Therefore, the teachers should judge when it is appropriate to use one or other of them. And then when we have made that decision, however consciously or subconsciously it is done, we need to be aware of how we carry out the role and how we perform.

Kesepuluh, Silahkan Tambahkan Peran Guru Menurut Anda !!!

Tulisan ini sebenarnya dikhususkan untuk guru, khususnya guru bahasa Inggris, yang tentu harus mengerti kesembilan peran di atas. Namun, jika anda adalah seorang siswa ataupun mahasiswa, tanyakan guru bahasa Inggris anda tentang peranan mereka itu apa saja, Oke..

Referensi :


Harmer, Jeremy. 2001. The Practice of English Language Teaching: Third Edition. Longman.
 
Support : Creating Website | STTQ QOMARUDDIN | STTQ Qomaruddin 2012
Copyright © 2012. STTQ Qomaruddin 2012 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by STTQ IF B 2011
Proudly powered by Blogger